Minggu, 08 Juni 2008

YASMIN 8

Yasmin 8/II Jumadil akhir 1429 H, ISRO' MI'ROJ
Buletin Yasmin Edisi 08/II Jumadil Akhir 1429 H
Menuju Muslimah Taqwa, Terampil, Cerdas


DARI REDAKSI
Assalamu’alaikum wr wb
Bekerja adalah bentuk ibadah kepada Allah SWT. Bekerjalah kamu, maka Allah dan orang-orang beriman akan melihat pekerjaanmu. Begitulah firman Allah dalam Al Qur’an untuk memberi semangat pada kita untuk tetap bekerja. Meskipun kondisi sekarang semakin berat, dengan naiknya harga BBM yang diikuti oleh meroketnya harga barang-barang kebutuhan pokok. Semoga Allah memberi kita kesabaran dan kekuatan untuk melewati masa-masa sulit ini. Amin.

Pembaca, sebentar lagi kita akan memperingati hari besar Islam, yaitu Isro Mi’roj. Semangat Isro Mi’roj adalah semangat untuk menerima amanah yang berat, amanah yang harus dilaksanakan secara konsisten, kontinyu, disiplin dan penuh dengan nilai ibadah. Ibadah sholat adalah bentuk ibadah yang sarat dengan nilai pembelajaran. Kita belajar untuk disiplin, egaliter (bahwa setiap orang mempunyai kedudukan sama di hadapan Allah), sebaliknya dalam sholat kita bisa bebas mencurahkan segala kepahitan hidup hanya kepada Sang Khalik. Menjadikan Allah sebagai satu-satunya tempat bergantung dan solusi setiap permasalahan hidup kita.

Semoga bahasan kami di edisi ini bermanfaat. Tetap semangat dan optimis, karena Allah tidak akan menyia-nyiakan amal ibadah kita, sekecil apapun.
Semoga kita diberi Allah kesabaran, kekuatan dan ketegaran. Amin.
Wassalamu’alaikum wr wb

KAJIAN UTAMA

''Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.'' (QS Al-Isra [17]: 1).
Isra Mi'raj terjadi ketika Nabi Muhammad SAW berada dalam situasi tekanan dan hinaan yang kuat dari kelompok Musyrikin Makkah seperti Abu Jahal, Abu Lahab, dan sekutunya. Dalam waktu beriringan Nabi Muhammad SAW baru saja ditinggal wafat istrinya tercinta, Khadijah Al-Kubra, pendamping sejati, pembela, dan pendukung utama perjuangan dakwahnya. Pada saat yang sama, beliau juga baru saja berduka karena pamannya, Abu Thalib, meninggal yang menjadi pembela setianya. Maka, untuk memberikan hiburan ruhani, Allah memperjalankan beliau dengan Isra dan Mi'raj.
Isra Mi'raj terbagi dalam dua peristiwa. Pertama, Isra, yakni Nabi Muhammad diperjalankan oleh Allah SWT dari Masjidil Haram di Mekkah hingga ke Masjidil Aqsha di Palestina. Masjid Al-Haram, nama yang diberikan oleh Allah di dalam Alquran, disebut juga dengan Baitullah, terletak di Makkah, negeri yang diberkahi dan menjadi petunjuk semua manusia. Sesuai dengan firman Allah :
“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah manusia) ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.” (QS Ali Imran [3]: 96)
Makkah disebut juga dengan 'Ummul Qura' (induknya kota)..
Ketika itu Rasul SAW sedang di dalam Al-Hijr Baitulllah, berbaring istirahat bersama dua orang (Hamzah & Ja'far ra), Malaikat Jibril, Mikail dan Israfil as datang kepadanya. Mereka membawa Nabi SAW ke telaga Zam-zam.
Jibril membelah dada Rasul dari tenggorokan hingga ke ujung perut, kemudian mengisinya dengan air dari Zamzam untuk mensucikan hati dan meluaskan dadanya. Dia mengambi hati dan membasuhnya tiga kali, menghilangkan semua yg salah. Setelah itu Jibril mengisi hikmah, keyakinan, hilm (kecerdasan, sabar, kelembutan & kebaikan), ilmu, kepastian dan kepasrahan ke dalam dadanya, kemudian menutupnya.
Jibril berangkat bersama Nabi SAW. Jibril di samping kanan buraq, sedang Mikail di samping kiri.
Kedua, Mi'raj, yakni Nabi Muhammad SAW dinaikkan oleh Allah dari Masjidil Aqsha ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi di langit. Di sini beliau mendapat perintah langsung dari Allah berupa shalat fardu lima waktu.
Setelah malam Isra Mi'raj, paginya Nabi Muhammad SAW menyampaikan kepada masyarakat sekitar. Beragam jawaban pun beredar, ada yang menjadi ragu (munafikin), ada yang menentang (musyrikin) dipelopori Abu Jahal, dan ada yang membenarkannya (mukminin) dipelopori Abu Bakar Ash-Shiddiq.
Firman Allah:
''Maka apakah kamu (musyrikin Makkah) hendak membantahnya tentang apa yang telah dilihatnya? Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha.'' (QS An-Najm [53]: 12-14).
Sebagai umat Nabi Muhammad SAW kita selayaknya mengikuti jejak Abu Bakar, yakni menjadi orang-orang yang selalu membenarkan dan menjadi pembela kebenaran secara konsekuen dan konsisten di dalam kehidupan sehari-hari.
Pada Isra' Mi'raj, Allah memberikan perintah sholat wajib. Tidak ada alasan bagi siapapun untuk meninggalkan sholat. Jika kita sakit tak mampu menunaikan dengan berdiri, boleh ditunaikan dengan duduk. Tak sanggup duduk boleh secara berbaring. Tak boleh dengan berbaring boleh dengan isyarat. Tak ada air boleh tayammum, pendek kata ibadah sholat mestilah ditunaikan dalam keadaan apapun juga dan dimanapun kita berada. Kecuali jika timbul sesuatu halangan yang memang telah ditakdirkan Allah seperti gila, pingsan, tak sadar diri ataupun lainnya.
Sholat Subuh adalah sholat yang pertama kali diperintahkan. Karena peristiwa Isra' Mi'raj sendiri terjadi pada saat malam hari. Subuhnya Rasulullah sudah tiba kembali di tempat semula. Mungkin ini juga hikmah bagi kita semua, karena sholat Subuh adalah sholat yang sulit untuk di laksanakan, di mana pada saat itu banyak manusia yang masih terlelap dalam tidurnya. Sebelum diperintahkannya sholat wajib 5 waktu ini, Rasulullah melaksanakan sholat sebagaimana Nabi Ibrahim.
Kita tidak hanya diperintahkan untuk mengerjakan sholat, tetapi juga menegakkan sholat.
Demikianlah beberapa pelajaran yang bisa kita ambil dari peristiwa Isra' Mi'raj. Semoga semakin menambah keimanan kita kepada Allah, kitab-Nya, Nabi-nabi-Nya, para malaikat-Nya, Hari Akhir, serta Qadha dan Qadar-Nya.

-M. Ikhlas ; www.republika.co.id
-www.hudzaifah.org
-Ustaz Syed Hasan Alatas ;www.shiar-islam.com

KISAH

Di tengah perjalanan Isra Mi’raj Rasulullah SAW melihat banyak peristiwa. Rasulullah SAW melihat orang menebar benih sehari dan panen dalam sehari. Setiap selesai memanen, mereka tumbuh lagi seperti sebelumnya. Jibril menjelaskan : "Itulah Al-Mujahidun, amal mereka berlipat 700kali, dan apa yang mereka keluarkan berlipat ganda".
Rasulullah SAW kemudian mencium angin sangat wangi. Jibril menjelaskanbahwa itu adalah bau dari perempuan (pelayan) yang menysir rambut anak fir'aun, dan ketika sisirnya jatuh dia mengatakan "Dengan nama Allah, hancurlah Fir'aun"... dst cerita dianiayanya pelayan dan keluarganya.
Kemudian dia melihat beberapa orang yang memotong kepala mereka sendiri, dan setiap kali kepala itu kembali semula dan dipotong lagi. "Itulah orang yang kepalanya terlalu berat (kepada bantal mereka) untuk bangun dan menjalankan shalat" (na'dzubillahi min dzalik..)
Kemudian Beliau SAW melihat seorang yang menggunakan cawat, mereka memakan buah berduri, zaqqum (buah yang tumbuh di neraka), bara api putih dan kerikil neraka. "Mereka adalah orang yang tidak melaksanakan zakat/sadaqah.
Kemudian Beliau SAW melihat orang yang tersedia di depannya daging yang baik/segar dan daging busuk, namun dia memilih daging busuk. "Mereka adalah orang yang memiliki istri/suami yang baik dan halal di rumah, tetapi pergi bermalam ke perempuan/laki2 jelek dan haram".
Kemudian Beliau SAW melihat orang yang berenang di sungai darah dan di mulutnya penuh dengan batu dan menelannya. "Mereka adalah orang yang memakan riba".
Kemudian Beliau SAW melihat seorang yang mengumpulkan setumpuk kayu yang dia tidak sanggup membawa, namun dia menambahnya. "Itu adalah orang yang mendapat kepercayaan orang/masyarakat yang dia tidak mampu, namun berkeras untuk melakukannya"
Kemudian Beliau SAW melihat seorang yang mulut dan lidahnya diiris dengan pisau. Setiap terpotong kembali ke bentuk asal dan dipotong lagi. "Itulah para penyeru, mereka mengatakan apa yang mereka tidak lakukan".
Kemudian Beliau SAW melihat seorang yang memiliki kuku tembaga dengannya mereka mencakar wajah dan dadanya. "Itulah orang yang memahan daging orang (memfitnah) dan menghancurkan reputasi orang"
Kemudian Beliau SAW melihat lobang kecil keluar darinya lembu besar, lembu itu berusaha masuk lobang itu dan tidak bisa. "Itulah mereka mengatakan kejelekan, dan dia menyesal mengatakan itu, namun tidak bisa kembali"
Kemudian mereka datang ke suatu lembah yang udaranya sejuk, baunya wangi dan dia mendengar nyanyian indah. (Nyanyiannya panjang). "Itulah nyanyian sorga".
Kemudian mereka datang ke suatu lembah yang udaranya busuk dan dia mendengar nyanyian menyakitkan.(Nyanyiannya panjang) "Itula nyanyian neraka".
Kemudian beliau melihat Dajjal dalam rupa asli.
Kemudian beliau melihat pilar seperti perak yang dibawa malaikat. "Itulah pilar Islam, sedang diletakkan di Syam".

-abuafkar.multiply.com


TIPS

Hasil dari Isra' dan Mi'raj Nabi s.a.w. yang terbesar sekali ialah menerima tugas perintah dari Allah s.w.t.menunaikan ibadah sholat. Banyak arahan melakukan ibadah lainnya diterima melalui wahyu yang diturunkan Allah s.w.t. Ibadah sholat diterima langsung daripada Allah s.w.t. ini menunjukkan keistimewaan sholat. Untuk itu kita harus berusaha untuk sholat yang benar dan khusyuk.Berikut beberapa persiapan sebelum shalat yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan shalat khusyuk:

1.Persiapan fisik.
Siapkan fisik sebaik mungkin. Misalnya, tidak dalam keadaan lapar dan mengantuk. Lapar dapat mengganggu konsentrasi seseorang ketika shalat. Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Malik, Abu Daud, dan Tirmidzi menegaskan bahwa orang yang shalat dalam keadaan mengantuk tentu tidak menyadari apa yang dibacanya. Upayakan pula agar tidak dalam menahan kentut, kencing, ataupun buang air besar, sebagaimana dikatakan Aisyah ra yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, “Rasulullah SAW bersabda: ‘Tidak ada shalat (khusyuk) ketika makanan terhidang dan tidak ada shalat khusyuk ketika terganggu oleh dua orang yang kotor (maksudnya menahan sesuatu yang akan keluar dari dua pembuangan tersebut).’”

2. Persiapan akal dan qolbu.
Pelajari dan pahami bacaan-bacaan shalat dengan mentadaburinya (meresapi ke dalam hati sehingga melahirkan konsentrasi serta pemahaman yang dalam). Kekhusyukan sulit terjadi jika kita tidak memahami arti dari bacaan-bacan tersebut.

3. Persiapan tempat.
Siapkan tempat shalat yang bersih dari kotoran-kotoran dan najis. Upayakan pula agar tempat shalat tidak panas dan berisik sebab hal-hal seperti ini akan mempengaruhi konsentrasi kita ketika shalat. Suasana yang ramai masih bisa diatasi apabila kita melakukan shalat dengan penuh konsentasi (memusatkan perhatian semaksimal mungkin kepada bacaan shalat sehingga pengulangan bacaan tidak perlu terjadi). Selain itu, upayakan agar tidak tergesa-gesa dalam membaca bacaan shalat sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Adalah Beliau (Rasulullah SAW) biasa membaca ayat-ayatNya sepenggal-sepenggal: Bismillaahir-rahmaanir-rahiim (berhenti), Al-hamdu lillaahi Rabbil ‘Aalamiin (berhenti), Ar-rahmaanir-rahiim (berhenti), Maaliki yaumid-diin (berhenti), dan seterusnya.” (H.R. Daru Quthni).

-tahajudcallmq.wordpress.com
-www.shiar-islam.com


PROFIL USTADZAH

"USTADZAH MAHWATI"

Ibu dari 4 orang putra dan putri ini selain menjalankan tugasnya sebagai ibu rumah tangga, beliau juga seorang aktivis di bidang pendidikan anak usia dini. Ada lagi kesibukan yang tak kalah pentingnya, yaitu mengelola majelis taklim di wilayah RT 008/02 Ulujami. Pengajian yang diselenggarakan setiap hari kamis malam itu biasanya dihadiri sekitar 60 orang. Sedang setiap hari Selasa, khusus untuk belajar Al Qur’an. Kedua kegiatan tersebut sudah berlangsung sekitar 7 tahun dan alhamdulillah masih dapat bertahan hingga kini. Untuk menambah wawasan sekaligus untuk penyegaran, maka setiap tahun, majelis taklim yang dipimpin Ustadzah Mahwati ini mengadakan acara wisata ruhani, misalnya mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang bernuansa religi atau bertafakur alam mengagumi kebesaran Allah melalui ciptaan-Nya yang indah.

Ustadzah yang lahir di Jakarta pada 14 Juli 1968 ini juga aktif mengajar di Taman Kanak-Kanak di wilayah RW 02 Ulujami. Bertempat tinggal di Jalan Kampung Baru II RT 008/02 No. 39 Ulujami Pesanggrahan. Ustadzah yang mempunyai hobby olah raga bola volley dan bulu tangkis ini ternyata sangat suka belajar untuk menambah ilmu. Beliau sekarang tercatat sebagai mahasiswi Unindra PGRI Jakarta, mengambil program Bimbingan dan Konseling. Semoga ilmu yang didapat semakin berkah, karena Ustadzah Mahwati selain gemar belajar beliau juga aktif mengajar majelis taklim dan taman kanak-kanak. Hal ini seiring sejalan dengan motto hidup beliau yaitu hidup untuk ibadah. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari profil yang ditampilkan Bulletin Yasmin kali ini. Seorang ustadzah yang begitu giat menuntut ilmu dan giat membagi ilmunya bagi sesama. Semoga Allah mengaruniakan rahmat dan hidayah-Nya, semoga Ustadzah Mahwati senantiasa diberi Allah kesehatan dan keistiqomahan untuk senantiasa berjuang di jalan Allah. Amin.

REDAKSI

Tidak ada komentar: