Buletin Yasmin Khusus Ramadhan, Edisi 10 Tahun II Sya’ban 1429 H
DARI REDAKSI
Assalamu’Alaikum wr wb
Apa kabar Pembaca? Tak terasa bulan Ramadhan akan kembali menyapa kita. Marilah kita bersama-sama berbenah diri untuk menyambut ibadah di bulan yang mulia ini. Dalam Yasmin Edisi Khusus Ramadhan ini, kami akan memberikan tips menjaga kesucian hati dan panduan amal ibadah unggul di bulan Ramadhan. Semoga kita bersama-sama dapat mempersiapkan diri dan menjaga amal Ramadhan kita hingga fajar Idul Fitri tiba.
Wassalamu’alaikum wr wb
MENJADIKAN RAMADHAN LEBIH BERMAKNA
Bulan Ramadhan adalah bulan rahmat dan ampunan. Ada banyak amal ibadah yang akan dilipatgandakan pahalanya di sisi Allah swt. Perbanyaklah do’a kepada Dzat yang menggenggam umur kita agar kita bisa menikmati indahnya bulan puasa. Sucikan hati, bersihkan jiwa. Bekali diri dengan ilmu dan pengetahuan. Bersihkan iman dari kesyirikan, perbanyak istighfar dan ampunan. Bagaimana kita bisa menikmati bulan suci, kalau hati masih kotor.
Rasulullah bersabda, “Ketahuilah bahwa dalam tubuh ini ada segumpal daging. Apabila segumpal daging itu baik, maka baiklah seluruh jasad. Tapi bila segumpal daging itu buruk, maka buruklah seluruh jasad. Ketahuilah segumpal daging itu adalah hati.” (HR.Bukhari & Muslim)
Apabila hati kita sedang sakit, maka kita harus segera mengobatinya agar tidak layu dan mati. Ada racun-racun hati yang harus kita waspadai. Apabila salah satu racun ini telah menjangkiti hati kita, maka harus segera dihilangkan. Racun hati tersebut adalah.
1.Banyak Bicara
Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya seseorang itu bisa saja berbicara suatu kalimat dan ia berpikir bahwa hal itu tidak apa-apa, padahal ucapannya itu bisa menjerumuskan ia ke dalam neraka 70 tahun lamanya (HR.Tirmidzi)
2.Pandangan Liar
Rasulullah bersabda : “Mata bisa berzina, dan hati juga bisa berzina. Zina mata adalah memandang (yang diharamkan), dan zina hati adalah berharap (untuk melaksanakan keinginan), meskipun kemaluannya terkadang membenarkan dan terkadang mendustakannya.” (HR.Ahmad)
3.Banyak Makan
Rasulullah bersabda :”Tidaklah manusia mengisi wadah yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi manusia beberapa suap yang bisa menegakkan tulang punggungnya. Kalau manusia sedang berselera, maka sepertiga perutnya untuk makanan, sepertiga lagi untuk minum, dan sepertiganya lagi untuk nafasnya.” (HR.Ibnu Majah)
4.Pergaulan Bebas
Rasulullah bersabda :”Seseorang itu akan terpengaruh pada perilaku teman dekatnya. Maka hendaklah seseorang memperhatikan dengan siapa ia berteman.” (HR.Tirmidzi)
Sumber : Majalah Al-Iman bil Ghoib, Edisi 89 Th.4
15 IBADAH UNGGULAN DI BULAN RAMADHAN
Pada hakikatnya semua bentuk ibadah sangat dianjurkan untuk kita perbanyak di bulan Ramadhan. Namun karena waktu dan tenaga kita yang terbatas, maka kita harus mendahulukan ibadah yang lebih utama daripada yang utama. Mendahulukan yang wajib dari yang sunnah. Memilih yang sunnah dari yang mubah. Berikut ini merupakan ibadah-ibadah unggulan dan harus kita prioritaskan di bulan Ramadhan
1.Puasa
Abu Umamah berkata,”Aku pernah mendatangi Rasulullah dan berkata,’Perintahkanlah aku untuk melaksanakan amalan yang bisa membawa aku ke surga!’ Beliau bersabda, ‘Hendaklah kamu berpuasa, karena ia adalah ibadah yang tiada tandingannya. ’Lalu aku mendatanginya lagi dan meminta hal yang sama. Beliau bersabda, ‘Hendaklah kamu berpuasa’.”(HR.Ahmad)
2.Shalat Berjama’ah
Pada bulan Ramadhan, usahakan untuk shalat lima waktu dengan berjama’ah. Bagi yang laki-laki berjama’ah di masjid, bagi yang perempuan bisa berjama’ah di masjid atau di rumah. Berangkat ke masjid untuk shalat berjamaah bisa mencuci dosa-dosa, dan akan bertambah nilainya bila kita dapat mengikuti takbir pertama imam.
Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang shalat berjama’ah (ikhlas karena Allah) selama 40 hari dan selalu menjumpai takbir pertama (imam), maka ia akan mendapat dua pembebasan. Bebas dari azab neraka dan bebas dari kemunafikan.” (HR.Tirmidzi)
3.Membaca Al-Qur’an
Abdullah bin ‘Amr pernah bertanya kepada Rasulullah”Dalam berapa hari saya mengkhatamkan Al-Qur’an?” Rasulullah menjawab , ‘Khatamkanlah Al-Qur’an dalam setiap bulan’. Abdullah berkata ,’Wahai Nabi Allah, aku kuat bila kurang dari itu ‘. Rasulullah bersabda Khatamkanlah dalam dua puluh hari’. Abdullah berkata, ‘Wahai Nabi Allah , aku kuat bila kurang dari itu’.Rasulullah bersabda, ’Khatamkanlah dalam sepuluh hari.’ Abdullah berkata, ‘Wahai Nabi Allah aku kuat bila kurang dari itu.’ Rasulullah bersabda, ’Khatamkanlah dalam tujuh hari dan jangan kau kurangi lagi’……..(HR.Bukhari dan Muslim)
4.Tarawih dan Qiyamullail
‘Amr bin Murroh Al-Juhani, “datang seorang laki-laki dari Qudho’ah ke Rasulullah dan bertanya,”Wahai Rasulullah apa pendapatmu, jika aku telah bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan kamu adalah utusan Allah, dan aku tegakkan shalat lima waktu, aku berpuasa di bulan Ramadhan dan melaksanakan shalat tarawih dimalamnya dan aku tunaikan zakat?” Rasulullah bersabda, ‘Barangsiapa yang mati dalam keadaan seperti itu, maka ia akan masuk golongan orang-orang jujur dan orang-orang mati syahid.”(HR.Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban)
Begitu besar keutamaan yang didapatkan oleh orang-orang yang rajin melaksanakan sholat tarawih, karena ibadah ini berat bagi mereka yang lemah imannya.
5.Shalat Dhuha
Waktu dhuha dimulai dari matahari terbit setinggi dua tombak sampai matahari hampir tepat diatas kepala kita. Jumlah rakaat shalat dhuha mulai dari dua sampai dua belas rakaat.
Dalam hadist qudsi driwayatkan,”Allah berkata,’Wahai Ibnu Adam, shalatlah kamu empat rakaat dipermulaaan siang (dhuha), maka akan Kucukupi kebutuhanmu hari itu.”(HR.Tirmidzi)
6.Shalat Ba’da Wudhu
Air wudhu tidak hanya membersihkan kotoran dari tubuh kita tapi juga membersihkan dosa-dosa kita, untuk melengkapi proses pencucian dosa tersebut, kita dianjurkan melakukan shalat dua rakaat setelah wudhu. Seperti sabda Rasulullah; “Tidaklah seorang muslim berwudhu dan ia membaguskan wudhunya , lalu ia melaksanakan shalat dua raka’at , khusyu dengan segenap hatinya , kecuali ia berhak masuk surga. (HR.Muslim)
7.Menyegerakan Berbuka
Begitu terdengar adzan Maghrib, kita disunnahkan untuk menyegerakan berbuka dengan makanan ringan atau sekedar minum air, dan jangan lupa berdo’a, karena do’a orang yang berbuka puasa itu mustajab. Hal ini seperti yang disabdakan oleh Rasulullah ; “Kondisi orang yang berpuasa akan senantiasa baik-baik saja, selama mereka menyegerakan berbuka. Segerakanlah berbuka, karena orang-orang Yahudi kalau berpuasa suka mengakhirkan berbuka.”(HR.Ibnu Majah)
8.Mengakhirkan Sahur
Rasulullah bersabda; “Makan sahurlah kalian karena dalam sahur itu ada keberkahan”(HR.Bukhari)
Usahakanlah sahur kita selesai 10 menit sebelum adzan shubuh dan setelah itu kita bersiap-siap shalat shubuh berjama’ah.
9.Dua Rakaat Shalat Fajar
Ketika telah selesai terdengar adzan shubuh shalatlah dua rakaat shalat sunnah fajar karena Rasulullah bersabda, “Dua rakaat shalat sunnah fajar (sebelum Shubuh), nilainya lebih baik dari dunia dan apa yang dikandung didalamnya.”(HR.Muslim)
10.I’tikaf 10 hari
I’tikaf adalah ibadah yang istimewa di bulan Ramadhan, karena sejak hijrah ke Madinah, Rasulullah tidak pernah meninggalkan ibadah ini.
Syarat I’tikaf. Pertama, niat. Kedua, puasa. Ketiga, harus berada di masjid untuk bertaqarrub kepada Allah dan berdiam diri disitu. Keempat, tidak mengumpuli istrinya.
Wanita boleh beri’tikaf dengan syarat; Pertama, ada izin dari suaminya (biila sudah bersuami). Kedua, diutamakan I’tikaf di masjid yang dekat rumahnya dan ada tempat khusus perempuan. Ketiga, jika haidh atau nifas I’tikafnya batal dan boleh baginya untuk melanjutkan apabila sudah suci. Keempat, ada wanita lain yang menemani.
Adab I’tikaf
a.I’tikaf di masjid jami’
Kita diperkenankan beri’tikaf sendiri-sendiri, asal masjid yang digunakan adalah masjid jami’, yaitu masjid yang didalamnya diselenggarakan shalat berjama’ah lima waktu. Tapi alangkah baiknya kalau kita beri’tikaf di masjid yang menyelenggarakan I’tikaf bersama. Kebersamaan akan melahirkan kekuatan dan semangat untuk beribadah
b.Memperbanyak shalat, dzikir, dan membaca Al-Qur’an
Apa yang kita lakukan ketika beri’tikaf mencerminkan wujud penghambaan kita kepada Allah. Perbanyaklah shalat, berdzikir dan membaca Al-Qur’an. Bacalah Al-Qur’an dengan merenungi maknanya, menghayati kandungannya sehingga hati kita menjadi lebih tenang.
c.Menjauhi segala hal yang tidak berguna
Disamping disunahkan untuk melakukan kebaikan, orang yang sedang beri’tikaf juga diharapkan mampu menjaga diri dari segala perbuatan yang tidak berguna. Misalnya jangan sampai berkata yang sia-sia apalagi sampai membicarakan keburukan orang lain.
d.I’tikaf di malam hari raya
Ada baiknya bila I’tikaf dilanjutkan hingga malam hari raya, karena bisa langsung disambung dengan shalat sunnah idul fitri. Rasulullah bersabda; “Barangsiapa shalat malam (I’tikaf) pada dua malam hari raya karena mengharap ridho Allah, maka hatinya tidak akan mati pada saat hati yang lain mati.” (HR.Ibnu Majah)
11.Beribadah di Lailatul Qadr
Malam Lailatul Qadr adalah malam yang istimewa, Allah mengistimewakannya dengan memberikan pahala yang nilainya lebih baik daripada 1000 bulan bagi yang beribadah pada malam tersebut.
Rasulullah bersabda, “Barangsiapa beribadah di Lailatul Qadr karena iman dan ikhlas, maka diampunilah dosa-dosanya yang telah berlalu.”(HR.Bukhari)
12. Umroh
Ibnu Abbas berkata, Rasulullah pernah berkata kepada seorang wanita dari Anshar yang bernama Ummu Sinan, “Umroh di bulan Ramadhan nilainya sama dengan ibadah haji atau ibadah haji bersamaku.”(HR.Bukhari dan Muslim)
Bagi kaum muslimin yang tidak mampu umroh di bulan Ramadhan, dapat melakukan ibadah berikut ini; Rasulullah menegaskan,”Barangsiapa shalat shubuh berjama’ah, lalu duduk di masjid seraya berdzikir sampai terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat, maka ia mendapat pahala seperti pahala haji dan umroh sempurna, sempurna, sempurna.”(HR.Tirmidzi)
13.Membantu Orang Lain
Dalam bulan Ramadhan kita dididik untuk memiliki rasa empati dan simpati kepada sesama.Alangkah baiknya dalam bulan Ramadhan ini rasa empati dan simpati tersebut kita wujudkan dengan memberi bantuan kepada orang lain yang membutuhkan, sesuai dengan kemampuan kita.
Rasulullah bersabda; “Sesama Muslim adalah saudara.Tidak boleh mendzalimi, menghina atau merendahkan satu sama lain. Barangsiapa memenuhi hajat atau kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. Barangsiapa memberi solusi seorang muslim dari kesulitannya , maka Allah akan memberikan solusi dan pertolongan untuknya dari kesulitan di hari kiamat.” (HR.Bukhari)
14.Zakat dan Shadaqah
Termasuk ibadah unggulan di bulan Ramadhan adalah berinfaq, bershadaqah, dan berzakat.Terutama zakat yang wajib, yaitu zakat fitrah dan zakat maal.
Ibnu Abbas berkata, “Rasulullah adalah sosok yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan, saat beliau menemui malaikat Jibril. Beliau ditemui malaikat Jibril setiap bulan Ramadhan untuk bertadarrus Al-Qur’an. Sungguh saat itu Rasulullah sangat dermawan, melebihi dermawannya tiupan angin.”(HR.Bukhari)
15.Berdo’a
Do’anya orang yang berpuasa sangat berpotensi untuk dikabulkan lebih cepat daripada do’anya orang yang tidak puasa. Pada bulan ini seorang hamba sedang sangat dekat dengan Allah karena banyaknya ibadah yang dilakukan dan berkurangnya ma’siat yang dikerjakan.
Semoga kita diberi kesehatan dan kekuatan untuk dapat menjalankan ibadah-ibadah tersebut dan menjadi golongan orang-orang yang meraih kemenangan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar