Minggu, 21 Desember 2008

YASMIN 2/III

TAUBAT DAN AMPUNAN ALLAH

“Wahai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Rabb kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam syurga-syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai”
(QS 66 : 8)

DARI REDAKSI

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Tak terasa penghujung tahun sudah di mata kita. Tahun hampir berganti lagi. Siap tidak siap kita harus menghadapi tantangan baru yang menunggu di tahun depan. Oleh karena itu, kami pada edisi ini ingin mengajak pembaca untuk mengevaluasi semua amal yang telah kita perbuat di tahun lalu. Kalau ada kesalahan-kesalahan yang terlanjur kita kerjakan maka bersegeralah memperbaiki dengan bertaubat. Karena sesungguhnya Allah maha luas pengampunannya.

Oh, ya, Pembaca, apa rencana Anda untuk tahun baru ini? Sekedar melanjutkan rencana-rencana pada tahun lalu yang belum tercapai atau ada rencana besar yang ingin Anda wujudkan tahun ini? Apa pun itu, selama mengandung kebaikan, semoga Allah memberi kekuatan dan kemudahandalam mewujudkannya, namun tentu asal ada ikhtiar yang kta lakukan. Selamat menelaah edisi ini semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

KAJIAN UTAMA

Manusia diciptakan Allah untuk semata-mata mengabdi kepada-Nya, menurut aturan yang ditentukannya. Tetapi berbeda dengan malaikat yang senantiasa tunduk patuh tanpa menyeleweng, pengandian manusia tak luput dari tempelan dosa-dosa. Ada dua sebab mengapa manusia berbuat dosa.
Pertama : kelemahan manusia sendiri, naik jasmani, rohani, perhitungan dan sebagainya. Kelemahan-kelemahan inilah yang sering melalaikan manusia dari tugas pengabdian yang harus dijalaninya. Karena itu sebagai orang beriman kita harus sadar akan kondisi ini dengan senantiasa mengintropeksi diri terhadap kemungkinan adanya kesalahan dalam mencari ridho Allah dalam kehidupan ini.
Kedua : karena adanya penyalahgunaan potensi keimanan yang memang ditanamkan Allah pada manusia untuk kelangsungan hidupnya. Yaitu kecintaan pada kesenangan-kesenangan hidup jangka pendek seperti dijelaskan Allah dalam QS Ali Imron ayat 14 : ”Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa-apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang ditumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik.”
Karena potensi manusia bisa berbuat dosa (maksiat), maka kita harus memahami bentuk-bentuk dari maksiat tersebut. Pada hakekatnya dosa atau maksiat adalah semua bentuk dan jenis pelanggaran terhadap aturan-aturan Allah. Ada maksiat besar dan ada maksiat kecil. Maksiat yang terbesar adalah syirik. Syirik ini merupakan dosa yang tidak bisa diampuni Allah dan menggugurkan segala amal dan perbuatan.

SQ Al An’am 28 : ”Seandainya mereka mempersekutukan Allah pasti lenyaplah amalan yang telah mereka kerjakan.’ Begitu fatalnya dosa besar ini sehingga jika kita meninggalkannya akan akan dapat menghapus dosa-dosa kecil.

QS An Nisa 31 : ” Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antar dosa-dosa yang dilarang mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu dan akan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (syurga).”

Masih termasuk dosa besar tapi diampuni Allah adalah : durhaka pada orang tua, lari dari perjuangan, berzina, mencuri, dan hal-hal sejenisnya. Adapun maksiat kecil bila dilakukan terus-menerus maka akan menutup hati.
Dosa kecil bisa menjadi dosa besar bila : dianggap remeh, dilakukan secara terang-terangan, dilakukan oleh orang yang berpengaruh (diteladani). Betapapun manusia tidak dapat melepaskan diri dari percikan-percikan dosa, namun pintu taubat masih terbuka lebar. Keterkungkungan dalam dosa tidak perlu membuat kita pesimis dari ampunan Allah. Manusia melakukan maksiat adalah wajar, tapi bila tidak mau bertaubat, itulah yang tidak wajar.
Dosa seberat apa pun dapat diperbaiki dengan taubat. Seperti dalam firman Allah QS Az Zumar 53 : ”Katakanlah : Hai hambaKu yang melampaui batas atas diri mereka sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sungguh Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Rasulullah SAW juga mengajak umatnya untuk bertaubat dalam sabdanya : ”Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah dan mintalah ampun kepadaNya. Maka sesungguhnya aku bertaubat sehari 100 kali.” (HR Muslim)

Taubat yang sebenar-benarnya disebut taubat nasuha (taubat yang sebenar-benarnya), yaitu :
1. Melepaskan diri dari maksiat (dosa) tersebut selamanya
2. Menyesali perbuatan itu
3. Bertekad untuk meninggalkan perbuatan itu dan tidak mengulanginya lagi

Sedangkan maksiat yang berhubungan dengan manusia berarti juga harus :
1. Sedapat mungkin meminta maaf pada yang bersangkutan
2. Mendoakan agar orang yang bersangkutan diampuni Allah

Taubatan nasuha membuat kita jauh dari segala dosa yang dilakukan tanpa ada keraguan, semata ikhlas karena Allah. Jadi ada motivasi yang benar dan kuat, dengan demikian Insya Allah kita sukses di dunia dan akherat karena termasuk orang-orang yang bertaqwa.
Sebelum terlambat, marilah kita bertaubat sekarang juga, karena kematian datangnya seringkali tanpa permisi dan tanpa diduga-duga. Mudah-mudahan kita termasuk prang-orang yang bertaqwa. Amin.


KISAH

MUTIARA DI BALIK TAUBAT

Ketika Rasulullah saw sedang berdialog dengan para sahabat, tiba-tiba datanglah seorang perempuan muda seraya berkata, ”Ya Rasulullah, sesungguhnya saya sedang mengandung janin akibat berzina. Karena itu, rajamlah saya.”

Karena Nabi tidak menjawab, maka wanita tadi mengulanginya sampai 3 kali. Akhirnya beliau menjawab dengan lembut setelah itu.

”Pulanglah engkau wahai wanita muda, semoga rahmat allah selalu bersamamu.” Maka kembalilah wanita muda itu ke kampungnya. Sesungguhnya Rasulullah sadar benar, bahwa hukuman bagi pezina adalah dirajam. Akan tetapi beliau menyuruh wanita itu pulang. Karena di rahimnya ada janin yang tidak berdosa. Kalau wanita itu dirajam sekarang, pasti janinnya juga ikut mati. Suatu masa setelah berbulan-bulan, ternyata wanita itu kembali lagi kepada Rasulullah saw. Dia berkata, ”Ya Rasulullah, sekarang saya sudah melahirkan, maka rajamlah saya.”

Lagi-lagi Rasulullah menyuruh wanita itu pulang. Ia menyuruh supaya anaknya disusui dan dipelihara secara cukup selama 2 tahun. Setelah waktu itu, wanita ini kembali datang lagi pada Rasulullah dan berkata, “Ya Rasulullah, anak saya sudah lepas dari susuan, maka rajamlah saya.”

Maka Rasulullah saw menyuruh para sahabat mempersiapkan lubang untuk rajam. Wanita itu akhirnya dikubur setengah badan dan setiap orang yang lewat melemparinya dengan batu. Seorang sahabat dengan kemarahan luar biasa mencaci maki wanita itu sambil melempari batu. Melihat hal itu serta merta Rasulullah saw menegurnya dan berkata, ”Ketahuilah sahabatku, sesungguhnya Allah telah mengampuni wanita itu dan menyediakan syurga baginya.”

Mendengar penjelasan Rasulullah saw, sadarlah kaum mukminin bahwa Allah menerima taubat wanita itu dan melimpahinya dengan karunia yang besar.
Demikianlah, meskipun sadar bahwa pengakuan zinanya itu menyeret dirinya pada hukuman yang besar dan berat, namun wanita itu menghadapinya dengan ikhlas dan tabah. Ia paham dan tahu, penderitaannya di dunia akan membebaskannya dari adzab Allah di akherat. Ia bertekad untuk taubatan nasuha.

FIQIH

Akibat yang ditimbulkan dosa dan maksiat
1. Menjauhkan pertolongan Allah
”Wahai bumi! Telanlah airtmu dan wahai langit (hujan) berhentilah. Dan airpun disurutkan dan perintahpun diselesaikan, dan kapalpun berlabuh di Gunung Judi dan dikatakan, Binasalah orang-orang yang zalim.” (QS Hud : 44)

2. Menutup dan menghancurksn fungsi hati sebagai sumber keimanan
”Dan sungguh, akan Kami isi neraka jahanam dengan jin dan manusia. Mereka memiliki hati tapi tidak untuk memahami ayat-ayat Allah.” (QS Al A’raf : 179)

3. Membuat hidup tidak berkah
”Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertaqwa pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang mereka kerjakan.” (QS Al A’raf : 96)

4. Membuat rusaknya lingkungan hidup
”Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar.” (QS Ar Rum : 41)

Rabu, 25 Juni 2008

YASMIN 9

Buletin Yasmin Edisi 9 Tahun II Rajab 1429 H

KELUARGA SAKINAH

DARI REDAKSI

Assalamu’alaikum wr wb
Apa kabar Pembaca? Semoga kabar baik selalu menyertai Anda. Pada edisi ini, kami akan membahas tentang keluarga sakinah. Seperti kita ketahui, rumah tangga sebagai pondasi dalam membangun kejayaan umat, memperoleh perhatian besar dalam Islam melalui syariatnya yang hanif. Maka, ia terangkan hukum-hukum dan adab-adab yang sering terjadi pada rumah tangga. Pun perjalanan rumah tangga Rasulullah saw dan para sahabatnya serta rumah tangga para nabi-nabi terdahulu menjadi contoh yang baik bagi kita dalam membina keluarga. Bersamaan itu, muncul rasa keprihatinan terhadap banyak rumah tangga yang memang tidak berpondasi kokoh pada mulanya. Sehingga memudahkan musuh-musuh Islam memporakporandakan kesatuan dan persatuan kaum muslimin.

Pada rubrik profil, kami tampilkan Ustadzah Maah Marlina. Semoga kisah para Ustadzah yang kami tampilkan di rubrik ini dapat menjadi inspirasi bagi Pembaca. Selain itu kami tampilkan juga kisah keluarga Nabi Ibrahim dan tips memotivasi anggota keluarga dalam rangka membentuk keluarga sakinah. Semoga Allah swt memudahkan langkah kita dalam menggapai ridho-Nya. Amin.

Wassalamu’alaikum wr wb

KAJIAN UTAMA

“Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan anak kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa. (QS Al Furqan : 7)

Setiap kita mendambakan terwujudnya keluarga bahagia. Rumah sebagai tempat bernaung menjadi tempat yang nyaman dan aman. Nyaman karena masing-masing Anggota keluarga mengerti posisinya, menjalankan kewajiban dan mendapatkan haknya. Semangat beribadah menjadi spirit keluarga, kasih sayang antar anggota menjadi irama suasana keluarga. Kenyamanan yang tercipta membuahkan rasa aman dalam rumah tangga, aman di dunia dan aman di akhirat.

Dalam membentuk keluarga muslim yang berbahagia, landasan rumah tangga adalah ibadah sesuai dengan tujuan kita diciptakan oleh Allah di dunia ini

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56).

Sebagai buktinya, kita harus menjalankankan nilai-nilai Islam secara menyeluruh dalam keluarga, seperti firman Allah dalam Al Qur'an,"Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam islam secara keseluruhan nya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syetan. Sesungguhnya syetan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS.Al-Baqarah: 208).

Untuk itu dibutuhkan nahkoda yang mampu menjadi teladan yang nyata, agar anggota keluarga mudah diarahkan ke tujuan hidup, yaitu kebahagiaan dunia dan akhirat. Hidupkan suasana saling tolong –menolong agar tugas-tugas yang ada terasa ringan dalam pelaksanaan “…..Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran….” (QS. Al-Maidah: 2).

Lalu bahu-membahu untuk menjauhkan hal-hal yang tidak sesuai syari’at dari kehidupan keluarga, agar selamat di dunia dan akhirat. “Hai orang-orang yang beriman , peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang Diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS At-Tahrim: 6).

Maka dari itu, kita harus menyiapkan diri secara matang sebelum membentuk kehidupan berumah tangga. Persiapan rohani dan jasmani, materi dan immateri. Bekali diri dengan pengetahuan terutama yang berkaitan dengan langkah yang benar dalam membentuk keluarga bahagia. Pilihlah calon suami atau istri yang taat dalam beragama dan sehat secara biologis. Diperlukan sosok suami yang bertanggung jawab dalam mencukupi kebutuhan materi keluarga, dan juga istri yang mampu mengatur keuangan yang ada dengan sebaik-baiknya. “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi….”(QS Al-Qashash: 77)

Betapa indahnya kalau kita hidup dalam keluarga seperti itu, betapa bahagianya kalau kita mampu menciptakan suasana rumah tangga yang sakinah (tenang suasananya), mawaddah (saling mencintai), warahmah (saling mengasihi). Meskipun mewujudkan hal itu tidak mudah, tetapi kita harus berjuang untuk mewujudkannya. Kita harus bekerja sama melawan berbagai rintangan yang bisa menghambat terciptanya keluarga yang bahagia. Keluarga muslim adalah keluarga yang paling berbahagia, karena kebahagiaan tidak hanya di dunia, tetapi berlanjut sampai ke akhirat.

Sumber : Majalah Al-Iman bil Ghoib, Edisi 86 Th.4

FIQH

Ayat-ayat Al-Qur’an Tentang Keluarga

1. “Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya, Dia menjadikan bagi kamu pasangan-pasangan dari dirimu sendiri agar kamu cenderung (tentram dan tenang) dengan mereka, lalu Allah menjadikan diantara kamu cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”( Ar-Rum: 32)

2.”Dan bergaullah dengan mereka (istri-istri secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak “ (An-Nisa :19)

3. “ Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada istrinya. “(Al-Baqarah: 228)

4. “Istri-istri kamu adalah pakaian bagi kamu dan kamu adalah pakaian bagi mereka.” (Al-Baqarah: 187)

5. “Hai orang-orang yang beriman , peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…..”(At-Tahrim: 6)

6. “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan sholat, ya Tuhan kami perkenankanlah do’aku .”(Ibrahim: 40)

7. “Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut , ketika ia berkata kepada anak-anaknya ; “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.”

KISAH

KELUARGA NABI IBRAHIM

Allah swt telah menjadikan keluarga Nabi Ibrahim as (alaihis salam, baginya kesejahteraan) sebagai salah satu keluarga teladan terbaik yang pernah hadir di tengah umat manusia. Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga 'Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing) (QS. 3:33). Nabi Ibrahim dikenal sebagai seorang yang amat lembut hatinya dan menghiba pada saat bermunajat dan berdoa kepada Rabb-nya. Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi penghiba dan suka kembali kepada Allah. (QS. 11:75).

Dan diantara doa Nabi Ibrahim kepada Allah swt adalah:
Ya Rabbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Rabb kami, perkenankan do'aku. (QS. 14:40)

Doa agar keluarganya senantiasa menjadi penegak sholat ini beliau panjatkan seiring dengan ujian berat berupa perintah Allah untuk meninggalkan istrinya Siti Hajar dan anaknya Ismail yang masih bayi, yang ia telah nanti-nantikan kehadiran berpuluh tahun, di sebuah tanah gersang yang terpencil ...

Ya Rabb kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, Ya Rabb kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. (QS. 14:37)

Allah swt memberi beliau ilham bahwa dibalik ujian berat ini ada hikmah besar, yaitu agar anak-cucu keturunannya mendirikan sholat. Dan pernyataan akan pendirian sholat ini mendahului permohonan Ibrahim akan rejeki kebaikan manusia dan rejeki buah-buahan bagi keluarganya. Sebab pada sholatlah hati yang khusyu menghadap langsung kepada Allah swt. Dan ketika hubungan seorang manusia dengan Allah swt baik, maka akan melimpahlah segala kebaikan kepadanya dari berbagai jalan. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Dan Dia tak akan pernah menyia-nyiakan amal kebajikan hamba-hambaNya.

Tahun berganti tahun, tanah tandus pun mulai menghijau dengan karunia mata air yang melimpah airnya. Tanah yang sepi dan gersang pun mulai dikunjungi orang-orang dan bahkan menjadi pusat keramaian. Allah swt selalu menepati janjiNya dan selalu menyayangi hamba-hambaNya yang senantisa memenuhi perintahNya, seperti kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan (Ingatlah), ketika Ibrahim diuji Rabb-nya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia" Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon juga) dari keturunanku. Allah berfirman: "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim". (QS. 2:124)

Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku', dan yang sujud. (QS. 2:125)

Sumber : http://adijm.multiply.com

TIPS

Kiat memotivasi anggota keluarga dalam rangka membentuk keluarga sakinah :

1. Ikhlas
“Iblis berkata: ‘Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka.” (QS.Al-Hijr 39-40)

2. Iman yang lurus dan tawakkal
“Sesungguhnya syetan ini tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya. Sesungguhnya kekuasaannya (syetan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersetukannya dengan Allah.” (QS.An-Nahl: 99-100)

3. Selalu waspada
“Sesungguhnya syetan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu). Karena sesungguhnya syetan-syetan itu hanya mengajak golongannya menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Fathir: 6)

4. Komitmen dengan ajaran Islam
Ibnu Mas’ud berkata, “Suatu hari Rasulullah menggaris lurus di tanah, lalu beliau membuat garis-garis lain di kanan dan kirinya. Lalu beliau bersabda, “yang ini (garis lurus) adalah jaln Allah. Sedangkan yang lainnya (garis kanan kirinya) adalah jalan dimana syetan mengajak kalian kepadanya. Lalu beliau membaca ayat 153 dari surat Al-An’am.” (HR. Abu Daud, Ahmad dan Hakim)

5. Banyak berdzikir
Rasulullah bersabda, “….Dan aku perintahkan kalian untuk berdzikir kepada Allah yang banyak. Perumpamaan orang yang banyak dzikir itu seperti orang yang di cari-cari atau dikejar-kejar oleh musuh. Lalu ia mendapatkan benteng kokoh yang bisa melindungi dirinya dari kejaran musuh tersebut. Begitulah seorang hamba, dia tidak akan selamat dari gangguan syetan kecuali dengan berdzikir kepada Allah.” (HR. Tirmidzi dan dinyatakan sebagai hadist hasan shahih).

6. Istighfar dan bertaubat
Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya syetan telah berkata , ‘Demi kemuliaan-Mu ya Allah, aku terus-menerus akan menggoda hamba-hamba-Mu selagi roh masih ada dalam badan mereka (masih hidup),’Maka Allah menimpalinya ,”Dan demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku senantiasa mengampuni mereka selama mereka memohon ampun (beristighfar) kepada-Ku (HR. Ahmad, Al-Hakim, Thabrani dan Abu Ya’la).

7. Bergabung dalam komunitas muslim (berjamaah)
Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang menginginkan kenikmatan surga, maka hendaklah ia senantiasa hidup berjamaah. Karena syetan itu bersama dengan orang-orang yang suka sendirian. Ia akan semakin jauh bila orang tersebut berdua.” (HR.Tirmidzi dan dinyatakan sebagai hadist hasan shahih)

PROFIL

USTADZAH MAAH MARLINA

Ustadzah yang lahir di Sumedang, pada tanggal 12 Mei 1955 ini sudah lama berkecimpung dalam dunia dakwah. Meski pendidikan formal beliau hanya sampai Madrasah Tsanawiyah, tak menyurutkan langkah ibu yang tinggal di Jl. Subur RT 15/01 Pesanggrahan ini untuk terus menuntut ilmu dan berdakwah. Kegiatan ibu 3 orang putra ini, selain sibuk membina Majelis Ta’lim Rhoudhotul Mutafaizin (yang kini berganti nama menjadi Ar Royyan), juga aktif berkegiatan di lingkungan beliau, misalnya Arisan RT, pengajian RW, Pengajian Kelurahan dan lain-lain.

Semangat beliau yang tinggi dalam berdakwah dan menuntut ilmu, membuat beliau diangkat sebagai penyuluh di KUA Pesanggrahan. Di tengah aktivitas yang cukup padat itu, Ibu Maah masih sempat membantu suami mencari nafkah dengan berjualan nasi uduk, lontong sayur dan gorengan. Sedang suami beliau pekerjaannya adalah sebagai sopir derek, jadi kalau ada mobil yang mogok baru mendapat order. Beliau kini juga merawat dua orang cucunya yang sudah tidak mempunyai ibu karena ibunya sudah meninggal dunia. Di tengah himpitan hidup, Ibu Maah tetap tegar dan semangat menjalani kehidupan, melebur dalam dunia dakwah. Semoga Allah senantiasa memberi kesabaran dan keimanan kepada kita, untuk senantiasa istiqomah di jalan dakwah. Semoga kisah perjalanan hidup Ibu Ustadzah Maah dapat kita ambil hikmahnya.

(Sumber : Zubaidah)

YASMIN 10

Buletin Yasmin Khusus Ramadhan, Edisi 10 Tahun II Sya’ban 1429 H

DARI REDAKSI

Assalamu’Alaikum wr wb

Apa kabar Pembaca? Tak terasa bulan Ramadhan akan kembali menyapa kita. Marilah kita bersama-sama berbenah diri untuk menyambut ibadah di bulan yang mulia ini. Dalam Yasmin Edisi Khusus Ramadhan ini, kami akan memberikan tips menjaga kesucian hati dan panduan amal ibadah unggul di bulan Ramadhan. Semoga kita bersama-sama dapat mempersiapkan diri dan menjaga amal Ramadhan kita hingga fajar Idul Fitri tiba.

Wassalamu’alaikum wr wb

MENJADIKAN RAMADHAN LEBIH BERMAKNA

Bulan Ramadhan adalah bulan rahmat dan ampunan. Ada banyak amal ibadah yang akan dilipatgandakan pahalanya di sisi Allah swt. Perbanyaklah do’a kepada Dzat yang menggenggam umur kita agar kita bisa menikmati indahnya bulan puasa. Sucikan hati, bersihkan jiwa. Bekali diri dengan ilmu dan pengetahuan. Bersihkan iman dari kesyirikan, perbanyak istighfar dan ampunan. Bagaimana kita bisa menikmati bulan suci, kalau hati masih kotor.

Rasulullah bersabda, “Ketahuilah bahwa dalam tubuh ini ada segumpal daging. Apabila segumpal daging itu baik, maka baiklah seluruh jasad. Tapi bila segumpal daging itu buruk, maka buruklah seluruh jasad. Ketahuilah segumpal daging itu adalah hati.” (HR.Bukhari & Muslim)

Apabila hati kita sedang sakit, maka kita harus segera mengobatinya agar tidak layu dan mati. Ada racun-racun hati yang harus kita waspadai. Apabila salah satu racun ini telah menjangkiti hati kita, maka harus segera dihilangkan. Racun hati tersebut adalah.

1.Banyak Bicara
Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya seseorang itu bisa saja berbicara suatu kalimat dan ia berpikir bahwa hal itu tidak apa-apa, padahal ucapannya itu bisa menjerumuskan ia ke dalam neraka 70 tahun lamanya (HR.Tirmidzi)

2.Pandangan Liar
Rasulullah bersabda : “Mata bisa berzina, dan hati juga bisa berzina. Zina mata adalah memandang (yang diharamkan), dan zina hati adalah berharap (untuk melaksanakan keinginan), meskipun kemaluannya terkadang membenarkan dan terkadang mendustakannya.” (HR.Ahmad)

3.Banyak Makan
Rasulullah bersabda :”Tidaklah manusia mengisi wadah yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi manusia beberapa suap yang bisa menegakkan tulang punggungnya. Kalau manusia sedang berselera, maka sepertiga perutnya untuk makanan, sepertiga lagi untuk minum, dan sepertiganya lagi untuk nafasnya.” (HR.Ibnu Majah)

4.Pergaulan Bebas
Rasulullah bersabda :”Seseorang itu akan terpengaruh pada perilaku teman dekatnya. Maka hendaklah seseorang memperhatikan dengan siapa ia berteman.” (HR.Tirmidzi)
Sumber : Majalah Al-Iman bil Ghoib, Edisi 89 Th.4

15 IBADAH UNGGULAN DI BULAN RAMADHAN

Pada hakikatnya semua bentuk ibadah sangat dianjurkan untuk kita perbanyak di bulan Ramadhan. Namun karena waktu dan tenaga kita yang terbatas, maka kita harus mendahulukan ibadah yang lebih utama daripada yang utama. Mendahulukan yang wajib dari yang sunnah. Memilih yang sunnah dari yang mubah. Berikut ini merupakan ibadah-ibadah unggulan dan harus kita prioritaskan di bulan Ramadhan

1.Puasa
Abu Umamah berkata,”Aku pernah mendatangi Rasulullah dan berkata,’Perintahkanlah aku untuk melaksanakan amalan yang bisa membawa aku ke surga!’ Beliau bersabda, ‘Hendaklah kamu berpuasa, karena ia adalah ibadah yang tiada tandingannya. ’Lalu aku mendatanginya lagi dan meminta hal yang sama. Beliau bersabda, ‘Hendaklah kamu berpuasa’.”(HR.Ahmad)

2.Shalat Berjama’ah
Pada bulan Ramadhan, usahakan untuk shalat lima waktu dengan berjama’ah. Bagi yang laki-laki berjama’ah di masjid, bagi yang perempuan bisa berjama’ah di masjid atau di rumah. Berangkat ke masjid untuk shalat berjamaah bisa mencuci dosa-dosa, dan akan bertambah nilainya bila kita dapat mengikuti takbir pertama imam.
Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang shalat berjama’ah (ikhlas karena Allah) selama 40 hari dan selalu menjumpai takbir pertama (imam), maka ia akan mendapat dua pembebasan. Bebas dari azab neraka dan bebas dari kemunafikan.” (HR.Tirmidzi)

3.Membaca Al-Qur’an
Abdullah bin ‘Amr pernah bertanya kepada Rasulullah”Dalam berapa hari saya mengkhatamkan Al-Qur’an?” Rasulullah menjawab , ‘Khatamkanlah Al-Qur’an dalam setiap bulan’. Abdullah berkata ,’Wahai Nabi Allah, aku kuat bila kurang dari itu ‘. Rasulullah bersabda Khatamkanlah dalam dua puluh hari’. Abdullah berkata, ‘Wahai Nabi Allah , aku kuat bila kurang dari itu’.Rasulullah bersabda, ’Khatamkanlah dalam sepuluh hari.’ Abdullah berkata, ‘Wahai Nabi Allah aku kuat bila kurang dari itu.’ Rasulullah bersabda, ’Khatamkanlah dalam tujuh hari dan jangan kau kurangi lagi’……..(HR.Bukhari dan Muslim)

4.Tarawih dan Qiyamullail
‘Amr bin Murroh Al-Juhani, “datang seorang laki-laki dari Qudho’ah ke Rasulullah dan bertanya,”Wahai Rasulullah apa pendapatmu, jika aku telah bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan kamu adalah utusan Allah, dan aku tegakkan shalat lima waktu, aku berpuasa di bulan Ramadhan dan melaksanakan shalat tarawih dimalamnya dan aku tunaikan zakat?” Rasulullah bersabda, ‘Barangsiapa yang mati dalam keadaan seperti itu, maka ia akan masuk golongan orang-orang jujur dan orang-orang mati syahid.”(HR.Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban)
Begitu besar keutamaan yang didapatkan oleh orang-orang yang rajin melaksanakan sholat tarawih, karena ibadah ini berat bagi mereka yang lemah imannya.

5.Shalat Dhuha
Waktu dhuha dimulai dari matahari terbit setinggi dua tombak sampai matahari hampir tepat diatas kepala kita. Jumlah rakaat shalat dhuha mulai dari dua sampai dua belas rakaat.
Dalam hadist qudsi driwayatkan,”Allah berkata,’Wahai Ibnu Adam, shalatlah kamu empat rakaat dipermulaaan siang (dhuha), maka akan Kucukupi kebutuhanmu hari itu.”(HR.Tirmidzi)

6.Shalat Ba’da Wudhu
Air wudhu tidak hanya membersihkan kotoran dari tubuh kita tapi juga membersihkan dosa-dosa kita, untuk melengkapi proses pencucian dosa tersebut, kita dianjurkan melakukan shalat dua rakaat setelah wudhu. Seperti sabda Rasulullah; “Tidaklah seorang muslim berwudhu dan ia membaguskan wudhunya , lalu ia melaksanakan shalat dua raka’at , khusyu dengan segenap hatinya , kecuali ia berhak masuk surga. (HR.Muslim)

7.Menyegerakan Berbuka
Begitu terdengar adzan Maghrib, kita disunnahkan untuk menyegerakan berbuka dengan makanan ringan atau sekedar minum air, dan jangan lupa berdo’a, karena do’a orang yang berbuka puasa itu mustajab. Hal ini seperti yang disabdakan oleh Rasulullah ; “Kondisi orang yang berpuasa akan senantiasa baik-baik saja, selama mereka menyegerakan berbuka. Segerakanlah berbuka, karena orang-orang Yahudi kalau berpuasa suka mengakhirkan berbuka.”(HR.Ibnu Majah)

8.Mengakhirkan Sahur
Rasulullah bersabda; “Makan sahurlah kalian karena dalam sahur itu ada keberkahan”(HR.Bukhari)
Usahakanlah sahur kita selesai 10 menit sebelum adzan shubuh dan setelah itu kita bersiap-siap shalat shubuh berjama’ah.

9.Dua Rakaat Shalat Fajar
Ketika telah selesai terdengar adzan shubuh shalatlah dua rakaat shalat sunnah fajar karena Rasulullah bersabda, “Dua rakaat shalat sunnah fajar (sebelum Shubuh), nilainya lebih baik dari dunia dan apa yang dikandung didalamnya.”(HR.Muslim)

10.I’tikaf 10 hari
I’tikaf adalah ibadah yang istimewa di bulan Ramadhan, karena sejak hijrah ke Madinah, Rasulullah tidak pernah meninggalkan ibadah ini.
Syarat I’tikaf. Pertama, niat. Kedua, puasa. Ketiga, harus berada di masjid untuk bertaqarrub kepada Allah dan berdiam diri disitu. Keempat, tidak mengumpuli istrinya.
Wanita boleh beri’tikaf dengan syarat; Pertama, ada izin dari suaminya (biila sudah bersuami). Kedua, diutamakan I’tikaf di masjid yang dekat rumahnya dan ada tempat khusus perempuan. Ketiga, jika haidh atau nifas I’tikafnya batal dan boleh baginya untuk melanjutkan apabila sudah suci. Keempat, ada wanita lain yang menemani.

Adab I’tikaf
a.I’tikaf di masjid jami’
Kita diperkenankan beri’tikaf sendiri-sendiri, asal masjid yang digunakan adalah masjid jami’, yaitu masjid yang didalamnya diselenggarakan shalat berjama’ah lima waktu. Tapi alangkah baiknya kalau kita beri’tikaf di masjid yang menyelenggarakan I’tikaf bersama. Kebersamaan akan melahirkan kekuatan dan semangat untuk beribadah

b.Memperbanyak shalat, dzikir, dan membaca Al-Qur’an
Apa yang kita lakukan ketika beri’tikaf mencerminkan wujud penghambaan kita kepada Allah. Perbanyaklah shalat, berdzikir dan membaca Al-Qur’an. Bacalah Al-Qur’an dengan merenungi maknanya, menghayati kandungannya sehingga hati kita menjadi lebih tenang.

c.Menjauhi segala hal yang tidak berguna
Disamping disunahkan untuk melakukan kebaikan, orang yang sedang beri’tikaf juga diharapkan mampu menjaga diri dari segala perbuatan yang tidak berguna. Misalnya jangan sampai berkata yang sia-sia apalagi sampai membicarakan keburukan orang lain.

d.I’tikaf di malam hari raya
Ada baiknya bila I’tikaf dilanjutkan hingga malam hari raya, karena bisa langsung disambung dengan shalat sunnah idul fitri. Rasulullah bersabda; “Barangsiapa shalat malam (I’tikaf) pada dua malam hari raya karena mengharap ridho Allah, maka hatinya tidak akan mati pada saat hati yang lain mati.” (HR.Ibnu Majah)

11.Beribadah di Lailatul Qadr
Malam Lailatul Qadr adalah malam yang istimewa, Allah mengistimewakannya dengan memberikan pahala yang nilainya lebih baik daripada 1000 bulan bagi yang beribadah pada malam tersebut.
Rasulullah bersabda, “Barangsiapa beribadah di Lailatul Qadr karena iman dan ikhlas, maka diampunilah dosa-dosanya yang telah berlalu.”(HR.Bukhari)

12. Umroh
Ibnu Abbas berkata, Rasulullah pernah berkata kepada seorang wanita dari Anshar yang bernama Ummu Sinan, “Umroh di bulan Ramadhan nilainya sama dengan ibadah haji atau ibadah haji bersamaku.”(HR.Bukhari dan Muslim)
Bagi kaum muslimin yang tidak mampu umroh di bulan Ramadhan, dapat melakukan ibadah berikut ini; Rasulullah menegaskan,”Barangsiapa shalat shubuh berjama’ah, lalu duduk di masjid seraya berdzikir sampai terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat, maka ia mendapat pahala seperti pahala haji dan umroh sempurna, sempurna, sempurna.”(HR.Tirmidzi)

13.Membantu Orang Lain
Dalam bulan Ramadhan kita dididik untuk memiliki rasa empati dan simpati kepada sesama.Alangkah baiknya dalam bulan Ramadhan ini rasa empati dan simpati tersebut kita wujudkan dengan memberi bantuan kepada orang lain yang membutuhkan, sesuai dengan kemampuan kita.
Rasulullah bersabda; “Sesama Muslim adalah saudara.Tidak boleh mendzalimi, menghina atau merendahkan satu sama lain. Barangsiapa memenuhi hajat atau kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. Barangsiapa memberi solusi seorang muslim dari kesulitannya , maka Allah akan memberikan solusi dan pertolongan untuknya dari kesulitan di hari kiamat.” (HR.Bukhari)

14.Zakat dan Shadaqah
Termasuk ibadah unggulan di bulan Ramadhan adalah berinfaq, bershadaqah, dan berzakat.Terutama zakat yang wajib, yaitu zakat fitrah dan zakat maal.
Ibnu Abbas berkata, “Rasulullah adalah sosok yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan, saat beliau menemui malaikat Jibril. Beliau ditemui malaikat Jibril setiap bulan Ramadhan untuk bertadarrus Al-Qur’an. Sungguh saat itu Rasulullah sangat dermawan, melebihi dermawannya tiupan angin.”(HR.Bukhari)

15.Berdo’a
Do’anya orang yang berpuasa sangat berpotensi untuk dikabulkan lebih cepat daripada do’anya orang yang tidak puasa. Pada bulan ini seorang hamba sedang sangat dekat dengan Allah karena banyaknya ibadah yang dilakukan dan berkurangnya ma’siat yang dikerjakan.

Semoga kita diberi kesehatan dan kekuatan untuk dapat menjalankan ibadah-ibadah tersebut dan menjadi golongan orang-orang yang meraih kemenangan.

Minggu, 08 Juni 2008

YASMIN 8

Yasmin 8/II Jumadil akhir 1429 H, ISRO' MI'ROJ
Buletin Yasmin Edisi 08/II Jumadil Akhir 1429 H
Menuju Muslimah Taqwa, Terampil, Cerdas


DARI REDAKSI
Assalamu’alaikum wr wb
Bekerja adalah bentuk ibadah kepada Allah SWT. Bekerjalah kamu, maka Allah dan orang-orang beriman akan melihat pekerjaanmu. Begitulah firman Allah dalam Al Qur’an untuk memberi semangat pada kita untuk tetap bekerja. Meskipun kondisi sekarang semakin berat, dengan naiknya harga BBM yang diikuti oleh meroketnya harga barang-barang kebutuhan pokok. Semoga Allah memberi kita kesabaran dan kekuatan untuk melewati masa-masa sulit ini. Amin.

Pembaca, sebentar lagi kita akan memperingati hari besar Islam, yaitu Isro Mi’roj. Semangat Isro Mi’roj adalah semangat untuk menerima amanah yang berat, amanah yang harus dilaksanakan secara konsisten, kontinyu, disiplin dan penuh dengan nilai ibadah. Ibadah sholat adalah bentuk ibadah yang sarat dengan nilai pembelajaran. Kita belajar untuk disiplin, egaliter (bahwa setiap orang mempunyai kedudukan sama di hadapan Allah), sebaliknya dalam sholat kita bisa bebas mencurahkan segala kepahitan hidup hanya kepada Sang Khalik. Menjadikan Allah sebagai satu-satunya tempat bergantung dan solusi setiap permasalahan hidup kita.

Semoga bahasan kami di edisi ini bermanfaat. Tetap semangat dan optimis, karena Allah tidak akan menyia-nyiakan amal ibadah kita, sekecil apapun.
Semoga kita diberi Allah kesabaran, kekuatan dan ketegaran. Amin.
Wassalamu’alaikum wr wb

KAJIAN UTAMA

''Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.'' (QS Al-Isra [17]: 1).
Isra Mi'raj terjadi ketika Nabi Muhammad SAW berada dalam situasi tekanan dan hinaan yang kuat dari kelompok Musyrikin Makkah seperti Abu Jahal, Abu Lahab, dan sekutunya. Dalam waktu beriringan Nabi Muhammad SAW baru saja ditinggal wafat istrinya tercinta, Khadijah Al-Kubra, pendamping sejati, pembela, dan pendukung utama perjuangan dakwahnya. Pada saat yang sama, beliau juga baru saja berduka karena pamannya, Abu Thalib, meninggal yang menjadi pembela setianya. Maka, untuk memberikan hiburan ruhani, Allah memperjalankan beliau dengan Isra dan Mi'raj.
Isra Mi'raj terbagi dalam dua peristiwa. Pertama, Isra, yakni Nabi Muhammad diperjalankan oleh Allah SWT dari Masjidil Haram di Mekkah hingga ke Masjidil Aqsha di Palestina. Masjid Al-Haram, nama yang diberikan oleh Allah di dalam Alquran, disebut juga dengan Baitullah, terletak di Makkah, negeri yang diberkahi dan menjadi petunjuk semua manusia. Sesuai dengan firman Allah :
“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah manusia) ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.” (QS Ali Imran [3]: 96)
Makkah disebut juga dengan 'Ummul Qura' (induknya kota)..
Ketika itu Rasul SAW sedang di dalam Al-Hijr Baitulllah, berbaring istirahat bersama dua orang (Hamzah & Ja'far ra), Malaikat Jibril, Mikail dan Israfil as datang kepadanya. Mereka membawa Nabi SAW ke telaga Zam-zam.
Jibril membelah dada Rasul dari tenggorokan hingga ke ujung perut, kemudian mengisinya dengan air dari Zamzam untuk mensucikan hati dan meluaskan dadanya. Dia mengambi hati dan membasuhnya tiga kali, menghilangkan semua yg salah. Setelah itu Jibril mengisi hikmah, keyakinan, hilm (kecerdasan, sabar, kelembutan & kebaikan), ilmu, kepastian dan kepasrahan ke dalam dadanya, kemudian menutupnya.
Jibril berangkat bersama Nabi SAW. Jibril di samping kanan buraq, sedang Mikail di samping kiri.
Kedua, Mi'raj, yakni Nabi Muhammad SAW dinaikkan oleh Allah dari Masjidil Aqsha ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi di langit. Di sini beliau mendapat perintah langsung dari Allah berupa shalat fardu lima waktu.
Setelah malam Isra Mi'raj, paginya Nabi Muhammad SAW menyampaikan kepada masyarakat sekitar. Beragam jawaban pun beredar, ada yang menjadi ragu (munafikin), ada yang menentang (musyrikin) dipelopori Abu Jahal, dan ada yang membenarkannya (mukminin) dipelopori Abu Bakar Ash-Shiddiq.
Firman Allah:
''Maka apakah kamu (musyrikin Makkah) hendak membantahnya tentang apa yang telah dilihatnya? Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha.'' (QS An-Najm [53]: 12-14).
Sebagai umat Nabi Muhammad SAW kita selayaknya mengikuti jejak Abu Bakar, yakni menjadi orang-orang yang selalu membenarkan dan menjadi pembela kebenaran secara konsekuen dan konsisten di dalam kehidupan sehari-hari.
Pada Isra' Mi'raj, Allah memberikan perintah sholat wajib. Tidak ada alasan bagi siapapun untuk meninggalkan sholat. Jika kita sakit tak mampu menunaikan dengan berdiri, boleh ditunaikan dengan duduk. Tak sanggup duduk boleh secara berbaring. Tak boleh dengan berbaring boleh dengan isyarat. Tak ada air boleh tayammum, pendek kata ibadah sholat mestilah ditunaikan dalam keadaan apapun juga dan dimanapun kita berada. Kecuali jika timbul sesuatu halangan yang memang telah ditakdirkan Allah seperti gila, pingsan, tak sadar diri ataupun lainnya.
Sholat Subuh adalah sholat yang pertama kali diperintahkan. Karena peristiwa Isra' Mi'raj sendiri terjadi pada saat malam hari. Subuhnya Rasulullah sudah tiba kembali di tempat semula. Mungkin ini juga hikmah bagi kita semua, karena sholat Subuh adalah sholat yang sulit untuk di laksanakan, di mana pada saat itu banyak manusia yang masih terlelap dalam tidurnya. Sebelum diperintahkannya sholat wajib 5 waktu ini, Rasulullah melaksanakan sholat sebagaimana Nabi Ibrahim.
Kita tidak hanya diperintahkan untuk mengerjakan sholat, tetapi juga menegakkan sholat.
Demikianlah beberapa pelajaran yang bisa kita ambil dari peristiwa Isra' Mi'raj. Semoga semakin menambah keimanan kita kepada Allah, kitab-Nya, Nabi-nabi-Nya, para malaikat-Nya, Hari Akhir, serta Qadha dan Qadar-Nya.

-M. Ikhlas ; www.republika.co.id
-www.hudzaifah.org
-Ustaz Syed Hasan Alatas ;www.shiar-islam.com

KISAH

Di tengah perjalanan Isra Mi’raj Rasulullah SAW melihat banyak peristiwa. Rasulullah SAW melihat orang menebar benih sehari dan panen dalam sehari. Setiap selesai memanen, mereka tumbuh lagi seperti sebelumnya. Jibril menjelaskan : "Itulah Al-Mujahidun, amal mereka berlipat 700kali, dan apa yang mereka keluarkan berlipat ganda".
Rasulullah SAW kemudian mencium angin sangat wangi. Jibril menjelaskanbahwa itu adalah bau dari perempuan (pelayan) yang menysir rambut anak fir'aun, dan ketika sisirnya jatuh dia mengatakan "Dengan nama Allah, hancurlah Fir'aun"... dst cerita dianiayanya pelayan dan keluarganya.
Kemudian dia melihat beberapa orang yang memotong kepala mereka sendiri, dan setiap kali kepala itu kembali semula dan dipotong lagi. "Itulah orang yang kepalanya terlalu berat (kepada bantal mereka) untuk bangun dan menjalankan shalat" (na'dzubillahi min dzalik..)
Kemudian Beliau SAW melihat seorang yang menggunakan cawat, mereka memakan buah berduri, zaqqum (buah yang tumbuh di neraka), bara api putih dan kerikil neraka. "Mereka adalah orang yang tidak melaksanakan zakat/sadaqah.
Kemudian Beliau SAW melihat orang yang tersedia di depannya daging yang baik/segar dan daging busuk, namun dia memilih daging busuk. "Mereka adalah orang yang memiliki istri/suami yang baik dan halal di rumah, tetapi pergi bermalam ke perempuan/laki2 jelek dan haram".
Kemudian Beliau SAW melihat orang yang berenang di sungai darah dan di mulutnya penuh dengan batu dan menelannya. "Mereka adalah orang yang memakan riba".
Kemudian Beliau SAW melihat seorang yang mengumpulkan setumpuk kayu yang dia tidak sanggup membawa, namun dia menambahnya. "Itu adalah orang yang mendapat kepercayaan orang/masyarakat yang dia tidak mampu, namun berkeras untuk melakukannya"
Kemudian Beliau SAW melihat seorang yang mulut dan lidahnya diiris dengan pisau. Setiap terpotong kembali ke bentuk asal dan dipotong lagi. "Itulah para penyeru, mereka mengatakan apa yang mereka tidak lakukan".
Kemudian Beliau SAW melihat seorang yang memiliki kuku tembaga dengannya mereka mencakar wajah dan dadanya. "Itulah orang yang memahan daging orang (memfitnah) dan menghancurkan reputasi orang"
Kemudian Beliau SAW melihat lobang kecil keluar darinya lembu besar, lembu itu berusaha masuk lobang itu dan tidak bisa. "Itulah mereka mengatakan kejelekan, dan dia menyesal mengatakan itu, namun tidak bisa kembali"
Kemudian mereka datang ke suatu lembah yang udaranya sejuk, baunya wangi dan dia mendengar nyanyian indah. (Nyanyiannya panjang). "Itulah nyanyian sorga".
Kemudian mereka datang ke suatu lembah yang udaranya busuk dan dia mendengar nyanyian menyakitkan.(Nyanyiannya panjang) "Itula nyanyian neraka".
Kemudian beliau melihat Dajjal dalam rupa asli.
Kemudian beliau melihat pilar seperti perak yang dibawa malaikat. "Itulah pilar Islam, sedang diletakkan di Syam".

-abuafkar.multiply.com


TIPS

Hasil dari Isra' dan Mi'raj Nabi s.a.w. yang terbesar sekali ialah menerima tugas perintah dari Allah s.w.t.menunaikan ibadah sholat. Banyak arahan melakukan ibadah lainnya diterima melalui wahyu yang diturunkan Allah s.w.t. Ibadah sholat diterima langsung daripada Allah s.w.t. ini menunjukkan keistimewaan sholat. Untuk itu kita harus berusaha untuk sholat yang benar dan khusyuk.Berikut beberapa persiapan sebelum shalat yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan shalat khusyuk:

1.Persiapan fisik.
Siapkan fisik sebaik mungkin. Misalnya, tidak dalam keadaan lapar dan mengantuk. Lapar dapat mengganggu konsentrasi seseorang ketika shalat. Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Malik, Abu Daud, dan Tirmidzi menegaskan bahwa orang yang shalat dalam keadaan mengantuk tentu tidak menyadari apa yang dibacanya. Upayakan pula agar tidak dalam menahan kentut, kencing, ataupun buang air besar, sebagaimana dikatakan Aisyah ra yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, “Rasulullah SAW bersabda: ‘Tidak ada shalat (khusyuk) ketika makanan terhidang dan tidak ada shalat khusyuk ketika terganggu oleh dua orang yang kotor (maksudnya menahan sesuatu yang akan keluar dari dua pembuangan tersebut).’”

2. Persiapan akal dan qolbu.
Pelajari dan pahami bacaan-bacaan shalat dengan mentadaburinya (meresapi ke dalam hati sehingga melahirkan konsentrasi serta pemahaman yang dalam). Kekhusyukan sulit terjadi jika kita tidak memahami arti dari bacaan-bacan tersebut.

3. Persiapan tempat.
Siapkan tempat shalat yang bersih dari kotoran-kotoran dan najis. Upayakan pula agar tempat shalat tidak panas dan berisik sebab hal-hal seperti ini akan mempengaruhi konsentrasi kita ketika shalat. Suasana yang ramai masih bisa diatasi apabila kita melakukan shalat dengan penuh konsentasi (memusatkan perhatian semaksimal mungkin kepada bacaan shalat sehingga pengulangan bacaan tidak perlu terjadi). Selain itu, upayakan agar tidak tergesa-gesa dalam membaca bacaan shalat sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Adalah Beliau (Rasulullah SAW) biasa membaca ayat-ayatNya sepenggal-sepenggal: Bismillaahir-rahmaanir-rahiim (berhenti), Al-hamdu lillaahi Rabbil ‘Aalamiin (berhenti), Ar-rahmaanir-rahiim (berhenti), Maaliki yaumid-diin (berhenti), dan seterusnya.” (H.R. Daru Quthni).

-tahajudcallmq.wordpress.com
-www.shiar-islam.com


PROFIL USTADZAH

"USTADZAH MAHWATI"

Ibu dari 4 orang putra dan putri ini selain menjalankan tugasnya sebagai ibu rumah tangga, beliau juga seorang aktivis di bidang pendidikan anak usia dini. Ada lagi kesibukan yang tak kalah pentingnya, yaitu mengelola majelis taklim di wilayah RT 008/02 Ulujami. Pengajian yang diselenggarakan setiap hari kamis malam itu biasanya dihadiri sekitar 60 orang. Sedang setiap hari Selasa, khusus untuk belajar Al Qur’an. Kedua kegiatan tersebut sudah berlangsung sekitar 7 tahun dan alhamdulillah masih dapat bertahan hingga kini. Untuk menambah wawasan sekaligus untuk penyegaran, maka setiap tahun, majelis taklim yang dipimpin Ustadzah Mahwati ini mengadakan acara wisata ruhani, misalnya mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang bernuansa religi atau bertafakur alam mengagumi kebesaran Allah melalui ciptaan-Nya yang indah.

Ustadzah yang lahir di Jakarta pada 14 Juli 1968 ini juga aktif mengajar di Taman Kanak-Kanak di wilayah RW 02 Ulujami. Bertempat tinggal di Jalan Kampung Baru II RT 008/02 No. 39 Ulujami Pesanggrahan. Ustadzah yang mempunyai hobby olah raga bola volley dan bulu tangkis ini ternyata sangat suka belajar untuk menambah ilmu. Beliau sekarang tercatat sebagai mahasiswi Unindra PGRI Jakarta, mengambil program Bimbingan dan Konseling. Semoga ilmu yang didapat semakin berkah, karena Ustadzah Mahwati selain gemar belajar beliau juga aktif mengajar majelis taklim dan taman kanak-kanak. Hal ini seiring sejalan dengan motto hidup beliau yaitu hidup untuk ibadah. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari profil yang ditampilkan Bulletin Yasmin kali ini. Seorang ustadzah yang begitu giat menuntut ilmu dan giat membagi ilmunya bagi sesama. Semoga Allah mengaruniakan rahmat dan hidayah-Nya, semoga Ustadzah Mahwati senantiasa diberi Allah kesehatan dan keistiqomahan untuk senantiasa berjuang di jalan Allah. Amin.

REDAKSI